Gunungkidul, Radarnet.co.id | sudah lebih satu minggu kegiatan menambang terus bejalan di wilayah Polsek Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.. Nampak dua dumptruk terparkir di tepi jalan mengantri untuk diisi batu dan Kepros dari hasil tambang, minggu (2/11/2026).
Jenis tambang galian C ini sangat meresahkan warga, apalagi kalau tanpa ijin resmi dari pemerintah. Kegiatan ini jelas akan berpengaruh pada rusaknya lingkungan alam. Warga sekitar akan terkena imbas dari pekerjaan ini. Karena bukit kapur yang nampak keras tapi sangat rapuh saat dieksplorasi dengan alat berat.
Diperoleh keterangan, bahwa lahan yang ditambang memang sudah dijual oleh pemiliknya. Kemudian oleh pembeli bukit itu dikeruk dengan alat berat kemudian batu dan Kepros dijual.
Saat ditemui media, operator, yang enggan disebut namanya, menjelaskan kalau dirinya hanya mengerjakan sesuai perintah, "Saya hanya operator mas, tidak tahu apakah punya ijin atau tidak penambangan ini," jelasnya.
Ditambahkan, kalau alat berat beserta solarnya didatangkan dari Yogyakarta. Selain itu juga disebut kalau yang menyuruh menambang orangnya susah ditemui dan hari-hari tertentu rutin menjalankan 'pisowanan'. Tidak dijelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dari pernyataan itu.
Dari informasi yang didapat media, pihak Polsek Tanjungsari dan Polres Gunungkidul sudah mendatangi lokasi tambang untuk menghentikan kegiatan menambang. Namun hingga berita ini diturunkan, pekerjaan menambang tetap berjalan.
Sopir dumptruk saat ditanya mengakui kalau membeli batu dan Kepros karena hasil tambang itu dijual.
( Red / Tim ) .

Komentar0