TfCpTfA9GfMpTfG9GSYiGUdoBA==

Kasus Dugaan Mafia Solar Tengaran “Menghilang”? Armada Truk Tak Jelas Nasibnya, Publik Pertanyakan Penanganan


Kabupaten Semarang, Radarnet.co.id – Perkembangan kasus dugaan mafia BBM subsidi jenis solar di wilayah Kecamatan Tengaran yang sebelumnya mencuat usai insiden pengeroyokan dua warga anggota PSHT (Persaudaraan Setia Hati Terate) kini menuai tanda tanya besar. Senin, 23/3/2026.


Pasalnya, setelah beberapa hari sejak diamankannya dua unit truk yang diduga mengangkut solar subsidi hasil praktik “ngangsu”, belum ada kejelasan lanjutan dari aparat penegak hukum. Informasi yang beredar menyebutkan, laporan terkait dugaan penganiayaan telah dicabut oleh pihak korban.


Namun, yang menjadi sorotan publik bukan hanya soal pencabutan laporan tersebut, melainkan nasib dua armada truk yang sebelumnya diamankan di Mapolsek Tengaran.


Armada Diduga “Raib”, Publik Curiga Ada yang Ditutup-tutupi


Dua kendaraan yang sebelumnya diamankan, yakni truk Elf putih bernopol L 8404 AE dan truk bernopol B 9667 AC, diduga kuat menjadi bagian dari jaringan distribusi ilegal solar subsidi.


Kini, keberadaan kedua armada tersebut tidak lagi terdengar kabarnya. Tidak ada keterangan resmi apakah kendaraan masih diamankan, telah dilepas, atau bahkan dihentikan proses hukumnya.


Kondisi ini memunculkan kecurigaan di tengah masyarakat bahwa penanganan kasus dugaan penyalahgunaan BBM subsidi tidak berjalan transparan.


Penganiayaan Dicabut, Tapi Dugaan Kejahatan BBM Harus Tetap Diproses


Sejumlah pihak menilai, meskipun laporan pengeroyokan telah dicabut, hal tersebut tidak serta-merta menghentikan proses hukum terhadap dugaan tindak pidana lainnya, khususnya penyalahgunaan BBM subsidi.


Dugaan praktik “ngangsu” solar subsidi merupakan pelanggaran serius yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat luas. Apalagi, dari keterangan awal disebutkan adanya dugaan keterlibatan jaringan terorganisir hingga oknum tertentu.

Desakan Transparansi ke Aparat Penegak Hukum


Organisasi masyarakat dan insan pers yang sebelumnya melaporkan kasus ini mendesak agar aparat kepolisian, khususnya di wilayah Kabupaten Semarang, memberikan penjelasan terbuka kepada publik.

Mereka meminta:


Kejelasan status dua armada truk yang diamankan


Perkembangan pemeriksaan terhadap sopir dan pihak terkait


Penelusuran terhadap dugaan jaringan distribusi ilegal solar subsidi


Komitmen penegakan hukum tanpa tebang pilih


Uji Integritas Penegakan Hukum


Kasus ini dinilai menjadi ujian bagi aparat dalam menegakkan hukum, khususnya dalam memberantas praktik mafia BBM subsidi yang selama ini kerap dikeluhkan masyarakat.


Jika tidak ditangani secara serius dan transparan, dikhawatirkan praktik serupa akan terus berulang dan semakin terorganisir.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait perkembangan terbaru kasus tersebut. (Red/Tim)

Komentar0

Type above and press Enter to search.