BANYUWANGI – Radarnet.co.id | Jerit para mantan karyawan PT Perkebunan Kali Klatak kian memprihatinkan. Sejak tahun 2019 hingga memasuki tahun 2026, diduga puluhan mantan pekerja yang telah memasuki masa pensiun belum juga menerima hak pesangon maupun dana pensiun sebagaimana mestinya.
Ironisnya, mereka yang selama puluhan tahun mengabdikan tenaga dan hidupnya untuk perusahaan, kini justru harus menjalani masa tua dengan penuh ketidakpastian. Harapan menikmati hasil jerih payah setelah pensiun seakan hanya menjadi angan-angan.
Salah satu mantan karyawan berinisial AB mengaku kecewa berat. Di usia senja yang seharusnya digunakan untuk hidup tenang bersama keluarga, dirinya malah dipaksa bertahan dalam himpitan ekonomi karena haknya belum juga diberikan.
“Puluhan tahun bekerja, tapi sampai sekarang hak kami belum jelas. Kami hanya bisa menunggu tanpa kepastian,” ungkapnya dengan nada getir.
Permasalahan ini bukan hanya dialami satu atau dua orang. Informasi yang dihimpun menyebutkan jumlah korban mencapai puluhan mantan karyawan. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar terhadap tanggung jawab perusahaan kepada para pekerja yang telah lama mengabdi.
Lebih mengejutkan lagi, Direktur Media, Wahyu Wijaya disebut telah melayangkan surat klarifikasi resmi kepada pihak perusahaan beberapa hari lalu. Namun hingga kini, belum ada tanggapan maupun penjelasan resmi dari manajemen perusahaan terkait dugaan tertahannya hak para pensiunan tersebut.
Sikap bungkam perusahaan memicu spekulasi dan kekecewaan di tengah masyarakat. Publik pun mempertanyakan, ada apa sebenarnya dengan PT Perkebunan Kali Klatak?
Apakah hak para mantan pekerja memang sengaja diabaikan? Ataukah ada persoalan internal yang selama ini ditutup rapat?
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan belum memberikan klarifikasi resmi. Sementara para mantan karyawan hanya bisa berharap keadilan masih berpihak kepada mereka.
Dan ketika jawaban tak kunjung datang dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab, mungkin hanya Tuhan yang mengetahui apa sebenarnya yang sedang terjadi di balik diamnya perusahaan tersebut.
redaksi/team

Komentar0